Keliaran Duo Ayam Kampus Berjilbab


Sinar mentari yang cerah dan semilir angin lembut yang menyejukkan adalah hari yang sempurna untuk beraktivitas. Tak heran kampus Mitra Handayani tampak ramai oleh mahasiswa yang penuh semangat menuntut ilmu. Sebagai salah satu kampus swasta favorit, kampus ini memang tak pernah sepi. Hanya saja, hari ini semangat belajar yang disambut dengan hari cerah membuat suasana menjadi lebih ceria. Begitu pula bagi dua dewi idaman kampus, Farah dan Salsabila.

 

Dua sekawan yang terpaut jarak dua tahun ini telah berteman akrab semenjak Salsa masuk kuliah. Selain karena berada di jurusan yang sama, mereka juga tinggal di kos yang sama. Farah yang lebih tua selalu membimbing Salsa yang lebih muda dalam hal perkuliahan, meski di luar itu, mereka tampak seperti teman sebaya.

 

Keduanya merupakan bintang berprestasi di angkatannya masing-masing. Selain cantik dan berjilbab, IPK mereka tidak pernah kurang dari 3,5 serta setiap organisasi kampus yang mereka ikuti menjadi lebih hidup. Tak hanya itu, Farah yang lebih ke arah dunia akademis sudah mampu membuat jurnal kelas internasional dan Salsa yang lebih ke arah organisasi sudah dua kali menyabet dua piala nasional.

 

Sebagai dewi kampus, hampir semua pria mendambakan mereka untuk menjadi pasangannya. Keduanya sering bersama kemana pun mereka berada dan sudah dicap sebagai dua sejoli. Selain karena kos yang sama, ada satu kesamaan yang membuat mereka makin akrab dan terikat satu sama lainnya: seks. Ya, seks.

 


Farah, gadis berusia 22 tahun yang kini berada di semester 7 merupakan seorang gadis dengan nafsu tinggi. Bahkan, ia telah open BO alias melacur sejak semester 1. Dengan tinggi 160cm dan berat 48kg, tubuhnya sangat ideal; tidak kurus, tidak gemuk, cukup montok namun tidak berlebihan. Wajahnya manis, dengan hidung dan dagu yang mancung. Sayang, lekuk tubuh putihnya yang aduhai tidak dapat dinikmati koleganya di kampus. Bahkan tetek berukuran 36B yang menggantung di dadanya pun tak begitu nampak karena pakaian yang ia kenakan.

 

Di dunia malam, kiprah Farah sudah sangat dikenal. Meski sudah meniduri ratusan pria, badannya masih kencang dan bagus. Memeknya pun tidak kendor karena rajin berolahraga. Tak heran ia menjadi barang favorit dan melegenda. Meski sudah banyak yang menawarinya untuk menjadi simpanan, Farah selalu menolak. Ia tak ingin petualangan seksnya terganggu karena menjadi simpanan dan harus melayani satu orang saja.

 


Di sisi lain, Salsabila yang lebih muda memang pernah open BO mengikuti Farah, tetapi hanya sebentar. Ia juga tak begitu dikenal di dunia malam. Tetapi jangan salah. Sejak kehilangan perawan di kelas 2 SMA, Salsa sangat jarang menstruasi. Bagaimana tidak, sejak berusia 16 tahun, ia sudah hamil lima kali dengan lima pria yang berbeda dan saat ini pun ia tengah mengandung di usia kandungan 12 minggu. Begitu janin memasuki usia lima bulan, perutnya sudah mulai membesar dan saat itulah ia menggugurkan kandungannya. Akibat sering hamil, hormonnya mulai berubah dan payudaranya kini memproduksi ASI sepanjang waktu. Karena sering disedot juga, ASI itu pun terproduksi makin banyak dan terkadang sampai merembes ke BH yang ia kenakan.

 

“Udah deh Sal, mending lo open BO lagi aja. Cowok-cowok banyak yang suka cewek hamil. Apalagi yang keluar susunya.” Nasehat Farah sambil menyeruput minuman yang ia pesan di kantin.

 

“Ya gimana ya, aku kalo cowoknya jelek, apalagi om-om, ga bisa basah. Kan ngentotnya jadi ga enak.” Jawab Salsa bimbang.

 

“Sayang banget tau, kalo ngentot gratisan. Lo tuh cantik, bisa crot dalem, keluar susunya, lagi. Yakali ngentot sama elu dikasih gratis.”

 

Salsa hanya terkekeh. Dengan tinggi 153cm dan berat 42kg, badan Salsa memang lebih kecil dari Farah. Akan tetapi perawakannya tidak jauh berbeda. Tidak kurus, tidak gemuk, dan memiliki lekukan yang lebih dalam. Ia tidak bisa dikatakan montok, tetapi bentuk tubuhnya yang mungil dan kencang memiliki kesan tersendiri. Wajahnya tampak polos dan imut dengan hidung yang agak membulat dan tidak semancung sarah serta bibir tipis dengan lekukan yang aduhai. Wajar saja jika Farah menyayangkan. Wajah secantik itu memang bisa dihargai tinggi.

 

“Yaudah gini deh. Ntar jam 2 siang gue ada klien long time sampe jam 8 malem. Lo ikut aja ke hotel liat orangnya. Kalo menurut gue sih ganteng, ya. Kalo lo ga suka lo pulang aja. Tapi kalo lo suka, kita threesome. Gimana?” tawar Farah.

 

“Tapi gue ada kuliah jam 3.”

 

“Bolos sekali-sekali. IPK udah bagus, kan? Bolos sekali ga bakal ngurangin nilai beneran, deh.”

 

Salsa terdiam nampak berpikir. Jus jambu yang ia pesan diseruput lewat sedotan. Setelah agak lama, ia menjawab, “oke deh.”

 

Farah tersenyum. Mereka pun mengganti topik obrolan dan nongkrong di kantin sampai jam 1 siang. Usai membayar minuman, Farah memesan taksi online dan mereka berdua langsung berangkat ke tempat tujuan.

 

Hotel yang mereka datangi adalah sebuah gedung 30 lantai dan mereka menuju lantai 28. Sampai di depan kamar, Farah menekan bel dan pintu terbuka. Yang membuka adalah seorang pria muda berkulit putih berwajah oriental dengan badan kekar, namun tidak berlebihan.

 

“Loh, bawa teman?” tanya si kokoh bingung.

 

Farah memandang Salsa, yang kemudian dijawab Salsa dengan senyuman. Mengerti maksud Salsa, Farah kemudian menjawab, “Iya koh. Kalo main bertiga mau nggak?”

 

“Mau banget! Sini masuk.” Ujar si pria mempersilakan. “Temennya berapaan?”

 

“Main sampe malam, crot dalem 8 juta.”

 

“Boleh crot dalem?” tanya si pria bingung.

 

“Iya, soalnya lagi hamil. Hehehe.” Kali ini Salsa yang menjawab sambil malu-malu.

 

“Wow. Boleh banget, boleh.”

 

“Bayar di depan, ya, koh.” Pinta Farah. Si kokoh menyetujui, kemudian mengambil ponselnya. Bayaran lunas langsung dikirimkan ke rekening mereka berdua.

 

“Makasih sayangku,” ucap Farah, kemudian mencium bibir pria itu. Pinggulnya dipeluk dan pantatnya diremas sementara ciumannya tidak dilepaskan. Salsa yang belum kebagian jatah memutuskan untuk melepas pakaiannya.

 

“Jilbabnya jangan dilepas ya sayang.” Perintah kokoh itu. “Namanya siapa?”

 

“Salsa, koh.” Jawab Salsa tersipu.

 

“Kevin,” ujar si kokoh memperkenalkan diri, kemudian mengulurkan tangan. Salsa menjabat tangan itu, yang kemudian menariknya dalam dekapan Kevin. Pantatnya kemudian diremas dan bibirnya dikecup, yang dibalas Salsa dengan ciuman hangat.

 

“Oke. Sekarang kalian berdua lepas baju, tapi jilbabnya tetep dipake, ya.” Perintah Kevin. Farah dan Salsa mengangguk, kemudian mulai menanggalkan pakaian mereka. Kini di depan Kevin tampak dua bidadari berjilbab yang hanya mengenakan jilbabnya serta celana dalam. Salsa mengenakan celana dalam bergambar Teddy Bear, sangat cocok dengan wajahnya yang polos. Sementara itu, Farah yang memang berniat untuk ngentot mengenakan G-string merah dengan tiga buah bola kecil yang terpasang di talinya. Bola-bola itu membuat memek Farah basah dan siap dimasuki kapan saja.

 

Kevin yang sudah telanjang bulat mengulurkan tangan dan menarik mereka berdua ke atas kasur. Sambil posisi berdiri, ia memeluk Salsa di tangan kanan dan Farah di tangan kiri. Bibirnya memberikan ciuman kepada keduanya secara bergantian.

 

Sambil berciuman, Farah dan Salsa tak mau tinggal diam. Farah berinisiatif meremas-remas pantat Kevin dan jarinya bermain nakal di sekitar anusnya. Sementara itu, Salsa meraih kontol Kevin dan mengocoknya pelan sambil terus memberikan lip service. Saat bibir Kevin menjamu Farah, Salsa menjilati pipi dan leher Kevin sementara saat Salsa mendapat jatah, Farah menyupangi pundak lelaki itu.

 

Puas bermain bibir, Kevin mengarahkan Farah untuk mengulum kontolnya. Sementara itu, jilbab Salsa yang menutupi dua bongkah tetek bulat dan kencang itu disibak, kemudian bongkahan itu dimainkan dengan tangan dan lidah.

 

“Loh, bisa keluar susunya,” gumam Kevin saat ia memijit puting Salsa. Salsa dan Farah tersenyum bersamaan. Salsa kemudian berinisiatif memegang kedua teteknya sendiri dan memerahnya. Cairan putih keluar menyemprot wajah Kevin. Mendapati servis yang sangat langka itu tentu saja Kevin bahagia. Dikenyotnya tetek kiri Salsa sementara kedua tangannya sibuk meremas bokong padat nan mungilnya. Salsa, sambil mendesah keenakan, tetap memerah tetek kanannya membuat tubuh Kevin basah.

 

Farah mengulum kontol dengan sepenuh hati. Kontol dengan panjang 17cm itu sudah berkali-kali memberikannya kepuasan. Meski Kevin sendiri baru enam kali menyewa Farah, tetapi Farah sudah merasakan orgasme dari kontol itu belasan-puluhan kali.

 

“Koh,” panggil Farah. Yang dipanggil menoleh dan menghentikan kegiatannya. “Hari ini boleh ga pake kondom sama aku, tapi crotnya harus di luar, ya. Crot dalemnya sama Salsa aja.”

 

“Iya sayang,” jawab Kevin yang kemudian turun dan merebahkan tubuh Farah di kasur. Wajah dan jilbab Farah yang turut basah oleh susu Salsa membuat Kevin semakin terangsang. Ia arahkan kontolnya ke memek Farah yang tidak tertutup apapun selain tali G-stringnya, kemudian perlahan memasukkan kontolnya.

 

“Mmmmhh… Pelan-pelan sayang. Aaahhhhh…” desah Farah ketika kontol itu perlahan masuk ke dalam memeknya. Kondisi memek yang sudah basah akibat G-sting yang dikenakan serta kontol Kevin yang juga basah oleh ludah Farah membuat penetrasi begitu mudah.

 

Dengan posisi kontol mentok di dalam memek Farah, Kevin meraih celana dalam Salsa kemudian memelorotkannya. Di hadapannya terpampang memek halus yang sangat bersih dari bulu. Sambil mulai menggenjot, Kevin menciumi memek yang wangi itu.

 

“Kyahahahah.. Geli koh.” Ujar Salsa sambil tertawa. Kevin kemudian membuka kaki Salsa, membuat memeknya makin terlihat, dan menjilati lubang itu. Tawa Salsa seketika berubah menjadi desahan kenikmatan.

 

Dengan lembut, Kevin menelusuri lubang itu menggunakan lidahnya. Memek yang menjadi basah karena ludah, menjadi makin basah oleh cairan pelumas yang dihasilkan memek Salsa. Salsa mengangkat kaki kirinya, kemudian diletakkan di pundak Kevin supaya Kevin lebih mudah bekerja. Ia kemudian menopang tubuhnya yang menjadi tak seimbang dengan meletakkan kedua tangannya di kepala Kevin. Jilatan Kevin makin bersemangat, sambil sesekali lidahnya dimasukkan ke dalam memek Salsa.

 

“Koh, ganti posisi aja yuk.” Pinta Farah yang masih terbaring.

 

“Eh, ganti gimana?” tanya Kevin.

 

“Kamu rebahan aja. Biar aku yang goyang.”

 

“Oh, aku lupa goyang, ya, hehehe.” Ujar Kevin sambil cengegesan. Ia lupa menggoyang memek Farah karena terlalu sibuk dengan memek Salsa.

 

Farah kemudian mendorong tubuh Kevin hingga ia berbaring. Diraihnya kontol Kevin, kemudian dimasukkan kembali ke dalam memeknya. Karena kontol tengah dipakai, Salsa duduk di wajah Kevin dan membiarkan lidah pria itu bekerja.

 

Goyangan Farah terasa begitu nikmat. Pengalamannya melayani ratusan pria membuatnya menjadi berpengalaman dan memahami apa yang harus dilakukan. Sesekali goyangannya pelan penuh kelembutan, sesekali ia bergoyang ganas membuat Kevin melenguh di memek Salsa. Tempo itu dijaga hingga Kevin mulai kuwalahan.

 

“Aahhhh… Farahh.. Mau keluar!!” pekik Kevin. Seketika, Farah langsung bangkit berdiri meninggalkan kontol yang hampir muncrat itu. Sekuat tenaga, Kevin menahan supaya orgasme tidak muncul, dan dia berhasil. Hanya saja, sperma yang telah sampai di ujung masih tetap mengalir keluar. Dengan cekatan, Farah membersihkan sperma itu dengan mulutnya.

 

Kevin kemudian bangkit dan menarik tubuh Salsa ke jendela. Dibukanya tirai yang menutup jendela hingga kedua tubuh bugil itu terpampang jelas dari luar. Pemandangan kota terlihat indah dari bawah karena mereka berada di lantai tinggi dan jarang ada gedung yang setinggi itu. Ditariknya pinggul Salsa, kemudian dengan sekali hentak kontolnya masuk seluruhnya ke dalam.

 

“Kyaaaahhh!!!” Pekik Salsa ketika kontol Kevin menyeruak masuk ke dalam memeknya. Hentakannya membuat Salsa harus menahan tubuh dengan kedua tangannya supaya tidak menabrak kaca. Di sisi lain, Kevin begitu bersemangat menggenjot memek Salsa. Setiap hentakannya begitu kuat hingga akhirnya Salsa menyerah dan membiarkan tubuhnya terkulai menempel di cermin. Teteknya yang bulat menempel di cermin terlihat begitu menggairahkan, jika ada orang yang mampu melihat mereka di ketinggian itu.

 

“Salsa…” panggil Kevin.

 

“Iya sayang?” jawab Salsa di antara desahan akibat tusukan-tusukan yang hebat.

 

“Crot dalem ya sayang.”

 

“Iyyaaaa.. Hhh… Muntahin ke rahimkuuuhhhh..”

 

Genjotan Kevin makin cepat. Salsa mengira Kevin akan segera mencapai klimaks, tapi itu keliru. Dengan genjotan cepat, justru Salsa yang tak bisa menahan diri. Tubuhnya mulai menggigil akibat rangsangan kuat di kelaminnya. Gigilan sekonyong-konyong berubah menjadi kejang, tapi Kevin tetap asik menyodok kemaluan Salsa hingga akhirnya pertahanan Salsa runtuh.

 

“Aaarrrrkkkhhh… Kyyaaaaaahhhh!” pekik Salsa yang langsung ia tahan dengan tangannya sendiri. Gelora orgasme melanda dirinya. Kevin tak henti menggenjot memeknya sehingga ia kualahan. Karena seluruh kekuatannya seperti tersedot oleh kontol Kevin, akhirnya tubuh Salsa yang lemas tersandar di jendela, terhimpit antara tubuh Kevin dan kaca.

 

Tubuh Salsa yang lemas hanya bisa pasrah. Air susu mulai meluber dari putingnya membasahi jendela. Air liur pun tak mau ketinggalan mengalir membasahi jendela. Kevin masih khusyuk menikmati tubuhnya. Dari setiap tusukannya, Salsa merasakan kenikmatan yang tak tertahankan. Tak heran jika kemudian ia kembali berorgasme mendapati rangsangan itu. Suasana kota dan mentari yang mulai tergelincir menjadi saksi kenikmatan yang dirasakan Salsa.

 

Bagi Salsa, perasaan dikuasai, tak berdaya dan kuwalahan yang ia rasakan saat seks adalah surga. Semakin ia dibuat tak berdaya oleh pasangannya, semakin ia merasa bahwa seks itu istimewa. Dengan tubuh yang lemas dipertontonkan di hadapan kesibukan kota, sementara memeknya disodok-sodok tak karuan oleh seorang pria, ia merasa bahwa kenikmatannya berada di puncak. Tak heran ia berorgasme terus-terusan. Semenjak  orgasme pertamanya, Salsa sudah berorgasme sebanyak tujuh kali. Senyum lebar nan mesum menghias wajahnya. Ia bahagia.

 

“Sayang nggak lupa kan sama aku?” bisik Farah ke telinga Kevin. Dari belakang, ia meraba tubuh Kevin yang tak henti menggenjot Salsa. Kevin menoleh, yang kemudian disambut Farah dengan ciuman mesra. Lengannya ia rangkulkan ke tubuh gadis itu sementara tangan yang lain langsung meraih teteknya.

 

Menghadapi Farah, genjotan Kevin di memek Salsa mulai berhenti. Salsa yang sudah tenggelam dalam kenikmatan berinisiatif menggoyang pinggulnya. Dengan tubuh terhimpit Kevin dan kaca jendela, gerakan Salsa justru terasa mudah. Terlebih, karena kali ini ia yang bergoyang, ia dapat mengatur tempo dan gerakan sesuka hatinya.

 

“Pindah ke kasur yuk,” ajak Kevin.

 

Sebelum sempat menjawab, Kevin sudah melepas kontolnya dari memek Salsa. Seketika cairan orgasme yang sedari tadi terganjal kontol langsung menyembur keluar. Kaki Salsa jadi basah kuyup karenanya.

 

Ditariknya tubuh Salsa, kemudian diarahkan di atas tubuh Kevin yang telentang. Salsa langsung meraih kontol Kevin dan memasukkannya ke memeknya lagi. Dengan bersandar ke dada Kevin, Salsa langsung menggenjot kontol itu dengan lincah dan penuh semangat. Suara kecipak pertempuran kontol dan memek memenuhi ruangan.

 

Farah menempatkan diri di belakang Salsa yang bergoyang liar penuh semangat. Kaki Kevin kemudian dikangkangkan dan kepala Farah pun dibenamkan di pantat Kevin. Dengan lidahnya ia menjilat lubang itu dan dengan bibirnya ia menghisap. Kevin yang tengah memainkan puting Salsa tersentak dan tanpa sengaja mencubit puting itu dengan kencang. Salsa bukannya kesakitan justru makin kegirangan. Dari puting itu muncrat cairan putih yang membasahi wajah Kevin. Mata Salsa kembali memutih dan mulutnya menganga membuat liurnya menetes dari bibir imutnya. Goyangannya tidak berhenti meski otaknya sudah kosong akibat kenikmatan yang dirasakannya.

 

“Oh my god. Oh my god!!”  ceracau Kevin yang merasakan kenikmatan tiada tara di kontol serta anusnya. Sejurus kemudian Salsa orgasme lagi. Cairan bening muncrat deras ke segala arah membuat kontol, perut, paha, dan anus Kevin serta sprei di bawahnya basah kuyup. Tentu saja wajah Farah yang tengah melayani anus Kevin tak ketinggalan. Usai orgasme, tubuh Salsa terkulai lemas di atas tubuh Kevin.

 

Akibat orgasme hebat itu, memek Salsa berkedut kuat membuat sensasi pijatan nikmat di kontol Kevin. Dipeluknya tubuh Salsa, kemudian digerak-gerakkan supaya memek itu keluar-masuk. Salsa sudah berubah fungsi menjadi onahole.

 

Di bawah, serangan Farah makin liar. Lidahnya sudah menyeruak masuk ke dalam anus Kevin dan keluar-masuk membuat Kevin merem-melek. Dengan penuh semangat, tubuh Salsa digoyang makin kencang. Pijatan memeknya memberikan stimulus tambahan bagi Kevin untuk mencapai puncak kenikmatan.

 

Ccccrrrrrrrrrrrrrooooooooooootttttttttt….. cccccrrrrrrrrroooooootttttt… ccccrrrooootttttt… crrrroooooottt… crrrooottt.. ccrooott.. crooott..

 

Pejuhnya keluar banyak sekali. Semuanya dimuncratkan ke dalam rahim Salsa yang tak henti memijat. Farah sama sekali tak berhenti memainkan anusnya membuat kenikmatannya makin sempurna.

 

“Belum pernah gue ngentot senikmat ini,” gumam Kevin sambil terengah-engah. Farah kemudian bangkit dari anus Kevin dan berbaring di sampingnya.

 

“Ga kecewa, kan, keluar duit banyak buat aku sama Salsa?”

 

“Nggak sama sekali,” jawab Kevin mantab. Mereka kemudian berciuman mesra.

 

Malam itu mereka bertiga melanjutkan permainan hingga semua merasa puas.

Comments

Bugil Populer