[Annelies] Rasa Nikmat dari Perselingkuhan

Namanya ksatria Arman, bagian dari pasukan Armas. Nama yang sangat cocok dan senada meski tentunya merupakan kebetulan semata. Ia adalah putra bangsawan Albert dari keluarga Brindelstone. Keluarga Brindelstone sendiri merupakan salah satu keluarga bangsawan dengan sejarah panjang. Mereka membangun kekuatan militer dan telah memiliki pengalaman turun temurun dalam kemiliteran. Di lingkup istana, suara mereka menjadi salah satu yang diperhitungkan.

Orang yang semalam menggagahi Annelies tak lain adalah Arman Brindelstone. Saat Annelies memintanya keluar kamar karena takut suaminya pulang, Arman dengan bingung mengatakan bahwa ini adalah kamarnya sendiri sedangkan Annelies masuk tanpa diundang. Mendengar itu, wajah Annelies memerah karena malu luar biasa. Ia kemudian diantar Arman ke kamarnya. Kali ini kamar yang benar, dibuktikan dengan barang-barang milik Annelies dan suaminya yang berada di situ.

Elrond baru pulang saat matahari sudah meninggi. Napasnya bau alkohol dan cara berjalannya masih sempoyongan. Saat ia merebahkan diri ke kasur, Annelies langsung beranjak keluar meninggalkan suaminya sendirian di kamar.

Istana Credia berada di puncak bukit kecil. Menaranya yang tinggi membuat istana itu makin terlihat sebagai tengara sebuah ibukota kerajaan. Wilayah istananya sendiri luas. Di dalam istana terdapat banyak bangunan yang terpisah dari bangunan utama. Semuanya terhubung oleh jalan atau jembatan batu dan terlindungi dengan aman di dalam tembok pagar istana.

Annelies menyusuri taman istana sendirian. Seorang dayang menawarkan diri untuk menemani, tapi ditolaknya. Ia sedang ingin sendiri. Ia tak ingin ada orang yang melihatnya mengenang apa yang terjadi semalam dengan wajah tersipu tersipu. Di tengah lamunannya, ia melewati lapangan tempat para prajurit berlatih. Di sana ia melihat Arman tengah latihan bertarung dengan rekannya. Annelies berhenti. Ia mengambil tempat duduk di tempat yang agak jauh sambil mengamati lelaki itu berlatih.

Saat kedua mata bertemu, keduanya tersenyum. Arman melepas helmnya, kemudian menghampiri Annelies yang duduk sendirian. Mereka bercengkerama sebentar, sebelum Arman mengajak Annelies beranjak dari tempat duduknya.

Mereka berjalan-jalan sebentar menyusuri taman istana, sebelum akhirnya berhenti di sebuah bangunan kayu di pojok yang tak begitu terlihat. Mereka masuk ke dalam, bertatapan, kemudian berciuman. Annelies memeluk tubuh Arman dan Arman membalasnya memeluk pinggul dan membelai rambutnya.

Restleting gaun Annelies ditarik turun, membuat gaunnya terjatuh ke lantai. Pakaian dalam Annelies yang berwarna putih tampak memanjakan mata. Perutnya yang rata dan mulus membuatnya tampak seksi. Pandangan matanya yang sayu membuat Arman tidak tahan. Dengan tergesa-gesa, Arman melucuti pakaiannya sendiri hingga telanjang bulat. Annelies mengikuti hingga kini keduanya tak tertutupi sehelai benang pun.

Kaki Annelies dikangkangkan, kemudian penis Arman mencoba masuk ke dalam lubang kenikmatan. Tak butuh banyak usaha untuk memasukkannya karena memek Annelies sudah basah sejak tadi. Penis itu pun langsung mengocok rahim Annelies hingga gadis itu mendesah penuh kenikmatan. Tangan Arman pun tetap aktif meremas payudara dan menjamahi tubuh Annelies. Hal yang tak pernah dilakukan oleh Elrond, suaminya sendiri.

Kali ini Annelies tak mau tinggal diam. Tangannya berusaha turut aktif dengan memilin puting dan membelai wajah Arman. Arman kemudian mencium bibir Annelies, yang dibalas Annelies dengan penuh suka cita. Bibir berpagut dengan bibir, sambil sesekali lidah menjulur dan menjilati apa yang ada. Goyangan penis Arman tetap maju mundur secara teratur sementara Annelies merespon dengan mengaitkan kedua kakinya ke pinggul Arman. Dengan begini, secara tidak langsung Annelies memaksa Arman untuk terus mengocok memeknya.

Dengan genjotan yang teratur serta rangsangan yang tak berhenti, Annelies kembali merasa akan mencapai klimaks. Kedua tangan dan kakinya makin erat memeluk tubuh Arman. Desahannya semakin kencang dan dipenuhi dengan nafsu. Memeknya mulai berkedut dan pinggulnya mengejang. Saat sampai di klimaks, Arman mencabut penisnya dari memek Annelies dan Annelies pun memuntahkan cairan cintanya tanpa terhalangi apapun.

Tubuh Annelies sudah lemas. Napasnya terengah. Tapi Arman belum selesai. Tubuh Annelies dibalik dalam posisi menungging, kemudian penis Arman masuk lagi ke dalam vagina Annelies. Dengan posisi ditusuk dari belakang seperti ini, penis Arman terasa menusuk lebih dalam sehingga Annelies merasa tersengal. Meski begitu, Annelies tetap pasrah dan menyerahkan tubuhnya untuk dinikmati Arman.

Entah berapa lama Arman menggenjotnya dalam posisi itu. Kini Annelies merasa akan mencapai klimaksnya lagi. Desahannya semakin kencang tak terkendali. Ia mulai meracau. Penis Arman semakin ganas menggenjot rahim Annelies. Goyangannya makin cepat, makin cepat, dan makin cepat. Saat Annelies sudah berada di ujung kenikmatan, tiba-tiba Arman menghentakkan penisnya sedalam-dalamnya ke dalam rahim Annelies. Cairan hangat yang ditembakkan ke dalam rahim membuat Annelies meledak dalam kenikmatan. Pikirannya sempat kosong beberapa saat sebelum akhirnya sadar kembali.

Demikianlah, Annelies kini memiliki kegiatan baru selama berada di ibukota. Tiap malam, ia diam-diam masuk ke kamar Arman untuk menyerahkan memeknya untuk digagahi. Saat siang, jika suaminya pergi entah ke mana, ia juga mendatangi Arman dan mereka pun mengulang kegiatan nikmat mereka. 








Arman selalu memuntahkan spermanya di ujung terdalam rahim Annelies. Annelies pun lebih senang saat rahimnya diisi oleh sperma Arman daripada sperma suaminya. Harapannya, dari buah cinta mereka, akan lahir seorang ksatria yang sehebat ayahnya di masa depan.







Comments

Bugil Populer