[Annelies] Rasa Sakit dari Perselingkuhan
Sudah delapan bulan sejak Annelies menikah dan ia mulai terbiasa dengan kehidupan barunya. Setiap pagi, ia sarapan bersama sang suami. Usai sarapan ia melayani birahi suami, kemudian tetap di kamar membaca buku. Siangnya ia makan siang sendirian. Suaminya terlalu sibuk mengurus pekerjaannya dan lebih suka makan di ruang kerja. Sorenya, ia membantu dayang berkebun. Beberapa bunga yang ia tanam sudah mulai berkuncup yang memberikan sedikit hiburan baginya. Menjelang malam ia makan lagi bersama suaminya. Kadang jika ada tamu, mereka makan bersama sang tamu. Usai makan, mereka kembali ke kamar masing-masing dan tidur hingga esok hari.
Begitulah kehidupan Annelies sehari-hari. Belakangan, sang suami sudah mulai jarang memuaskan birahi. Tentunya Annelies merasa bersyukur atas hal itu. Ia dapat berkebun atau membaca buku lebih lama tanpa ada gangguan. Lama kelamaan, sang suami yang tadinya setiap hari mengisi rahimnya makin jarang dan hanya datang seminggu sekali. Annelies penasaran kenapa, tapi ia tak mau ambil pusing. Jawabannya muncul saat mereka melakukan perjalanan pertama mereka.
Surat dari istana datang mengabarkan penobatan putera mahkota. Seluruh bangsawan diundang hadir untuk menyaksikan sekaligus merayakannya. Posisi Vosternon, wilayah Elrond, yang jauh membuat mereka harus menempuh beberapa hari perjalanan. Annelies tentu bersemangat. Sudah sejak lama ia tak meninggalkan kastil Elrond. Ia juga akan dapat bertemu dengan ayah dan ibunya. Tentu saja, semua bangsawan diundang, artinya orang tuanya pun akan datang.
Selama perjalanan, mereka selalu bermalam di penginapan. Hal yang tidak menyenangkan rawan terjadi kepada bangsawan yang bepergian dan bermalam di hutan, maka tindakan pencegahan sebaiknya dilakukan. Tak ada hal spesial, kecuali menurut Annelies yang melihat segalanya spesial, hingga hari ketiga.
Pagi hari, Elrond tak tampak di ruang makan. Wanita juru masak penginapan memintanya mengantarkan makanan ke kamar Elrond. Katanya, diantar makanan oleh istri akan membuat seorang suami merasa senang. Meski tak berniat membahagiakan Elrond, Annelies tetap mengantarkannya ke kamar sang suami.
Saat hendak mengetuk pintu, terdengar suara desahan dari dalam. Kurang lebih, Annelies tahu aktivitas apa yang ada di dalam. Tadinya ia ragu, tapi kemudian memberanikan diri mengetuk pintu.
"Tunggu sebentar," teriak suaminya. Annelies menurut saja. Tak lama, suara desahan mengencang dan suara pekikan wanita terdengar. Sejurus kemudian pintu dibuka.
Annelies menghambur masuk. Seorang pelayan wanita tampak lemas terengah-engah dengan sperma menetes dari vaginanya. Wajahnya memang cantik dengan rambut pendek. Tetapi Annelies merasa tidak kalah cantik. Mungkin bentuk pantatnya yang besar dan kencang yang Annelies kalah, tetapi ia masih dapat tumbuh. Pantatnya dapat menjadi semontok itu.
Elrond menatap tajam dalam diam. Mereka bertatapan. Rasa canggung langsung muncul. Annelies segera meletakkan nampan yang ia bawa, kemudian beranjak pergi. Akan tetapi, Elrond langsung menggenggam tangannya.
"Sekarang kamu tahu," ucap Elrond.
Annelies melepaskan genggamannya, kemudian kembali ke kamarnya. Ia menangis. Meski ia tidak pernah mencintai Elrond, tetapi diselingkuhi dengan wanita lain tetap menyakitkan.
Siangnya mereka kembali melanjutkan perjalanan. Pasangan yang jarang berbicara kini menjadi makin canggung dalam diam. Elrond tampak marah, sedangkan Annelies hanya menunduk lesu. Perjalanan ke istana yang tinggal dua hari menjadi terasa tidak nyaman.
Malamnya, mereka kembali bermalam di penginapan. Kali ini mereka tidur satu kamar. Elrond yang meminta. Annelies tak bisa tidur, tapi ia memaksa untuk tidur.
Paginya, Annelies terbangun oleh suara desahan. Elrond kembali menggenjot wanita lain. Mereka melakukannya di atas ranjang yang ia tiduri sehingga goyangannya pun terasa dan turut membangunkannya.
Kali ini seorang gadis cantik berambut kecokelatan. Dari bandonya, tampak bahwa gadis itu juga seorang pelayan. Begitu Annelies terbangun, Elrond langsung mencapai klimaksnya. Si gadis pergi setelah menerima dua keping uang perak.
Esok paginya, wanita lain kembali hadir di ranjang mereka. Seorang gadis berkalung kulit dengan kaitan rantai sebagai pengganti liontin, menandakan bahwa ia seorang budak. Hanya saja wajahnya cantik sekali dengan rambut pirangnya. Annelies merasa iri dengan wajahnya.
Pada poin ini, Annelies sudah beranjak dari kekalutannya karena diselingkuhi. Cukup tiga hari, rasa sakitnya sudah hilang. Jika dipikir lagi, justru dengan suaminya menikmati memek wanita lain, Annelies dapat terbebas dari kegiatan seksual yang menyiksanya. Namun, apakah benar bahwa seks semata-mata adalah hal yang menyiksa baginya?





Comments
Post a Comment